UTM Adakan Pesta Demokrasi Pemilihan Presma Wapresma 2017

InkamsLpm –  Universitas Trunojoyo Madura adakan pemilihan umum presiden dan wakil presiden mahasiswa untuk periode satu tahun kedepan, Rabu (06/12). Antusiasme mahasiswa fakultas ekonomi cukup banyak dalam acara ini, dilihat dari banyaknya mahasiswa yang mengunjungi Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang bertempat di lantai utama gedung Cakra.

Setiap fakultas mempunyai TPS tersendiri dengan alasan untuk memudahkan mahasiswa dalam menyalurkan hak suaranya. TPS dibuka serentak pada pukul 08.00 dan ditutup pada pukul 14.11 untuk semua TPS dari tiap fakultas.

Fadhil, mahasiswa Akuntansi mengaku tidak mengenal dengan baik setiap paslon yang ada. Ia megeluhkan kurangnya informasi yang beredar mengenai visi dan misi dari tiap-tiap paslon, meskipun begitu ia mengaku tetap berpartisipasi dalam pemilu raya ini. Lain halnya dengan Novi Eka Lestari, mahasiswa Manajeman ini sangat antusias sekali dalam mengikuti pemilu, ia mengaku sudah sangat mengetahui visi dan misi kedua calon, bahkan Novi mengatakan bahwa dia tau sepak terjang dan sikap sehari – hari dari calon yang dipilihnya, dia juga berpesan untuk mahasiswa yang mengatakan tidak suka politik dan memilih golput bahwa kita memilih untuk kemajuan UTM juga, harapannya agar calon yang terpilih nanti bisa membawa perubahan dan mengemban visi dan misinya secara bertanggung jawab.

Ditengah ramainya pesta demokrasi, terdapat pula posko golput yang diikuti beberapa mahasiswa. Mereka mengatakan bahwa posko yang mereka dirikan hanya untuk mereka yang satu pemikiran, tidak ada unsur provokasi untuk memaksa yang lain agar sepemahaman dengan mereka, didirikan posko ini bukan tanpa alasan tapi mereka sudah tidak peduli dengan perpolitikan yang ada, mereka mengklaim diri mereka adalah manusia berfikir sebelum bertindak , Didik, salah satu penggiat posko ini mengatakan “ kami punya hak untuk memilih dan kebetulan pilihan kami adalah golput”. Mereka mengaku tidak mau tau dengan perkembangan politik di UTM, karena mereka sudah cukup kecewa dengan omong kosong yang dijanjikan oleh Presma – presma tahun sebelum nya yang tidak merealisasikan visi misi mereka sepenuhnya.

Salah satu mahasiswa FEB yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa perpolitikan kampus saat ini tak ada bedanya dengan iklim perpolitikan pemerintah, terlalu mengedepankan ormek dan nanti calon yang menang bisa jadi di dominan ormek dan bisa saja kebijakan nanti yang akan di realisasikan hanya menguntungkan kepentingan golongan saja, sedangkan kami mahasiswa netral selalu dipersulit jika ingin berkontribusi untuk kampus maupun melakukan kegiatan yang berhubungan dengan kampus” Tambahnya.

Menurut pemaparan dari sebagian partisipan menyatakan bahwa sebenarnya kurangnya antusias mahasiswa UTM tidak serta merta karena mereka anti politik, namun kurangnya informasi mengenai visi misi paslon turut menjadi penyebab minimnya minat mahasiswa dalam mengikuti pemilu. #rsfw

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*