Kenalkan Potensi Dan Kearifan Lokal Pulau Madura, Hmp Ep Adakan Seminar Nasional

InkamsLpm - Sebagai upaya memperkenalkan potensi dan kearifan lokal pulau Madura kepada mahasiswa dalam pengembangan pulau Madura Himpunan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan (HMP-EP) mengadakan seminar Nasional dengan tema Optimalisasi Potensi dan Kearifan Lokal Dalam Pembangunan pulau Madura. Acara tersebut diawali dengan pemaparan secara umum mengenai kondisi ekonomi jawa timur oleh Dr. H. Andika P. Herlambang dari Bappeda Jawa Timur. Pemaparan kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai strategi peningkatan perekonomian daerah oleh H. Heliosa Soerwianto S.sos, M.M selaku pengusaha dan presiden direktur Human Capital Center. Pemaparan yang terakhir mengenai Optimalisasi Potensi dan Kearifan lokal ditinjau dari sisi akademisi oleh Dr. Muhtar Rosyid SE. Msi selaku Wakil Dekan 1 serta staf pengajar ekonomi pembangunan di Universitas Trunojoyo Madura. Acara tersebut dilaksanakan di Gedung pertemuan pada hari Sabtu. (25/11)

Bapak Andika selaku pemateri pertama menyampaikan bahwasanya ekonomi jawa timur semakin lama terus mengalami pertumbuhan. Saat ini sistem perdagangannya sudah mulai beralih dari bahan mentah menjadi produk jadi. Menurutnya saat ini pemerintah telah mulai memfasilitasi masyarakatnya untuk mengolah hasil produknya sendiri. Beliau juga menuturkan bahwa saat ini jawa timur tengah mengalami bonus demografi yang mana akan memunculkan terciptanya penyerapan ataupun peluang bagi tenaga kerja dikarenakan timbulnya kreatifitas baru. Menurut beliau hal yang tidak kalah penting berpengaruh terhadap roda perekonomian adalah infrastruktur.

Selain itu beliau juga menjelaskan bahwasanya bappedaprov juga menerapkan 3 sterategi fiskal untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi jawa timur yakni: pertama, pegusaha besar difasilitas. Kedua, UMKM dibantu. Ketiga, pemberian bantuan kepada orang-orang yang tidak mampu. Untuk menciptakan lapangan pekerjaan dengan kreatifitas juga diperlukan strategi afirmasi, stimulus perencaan waktu dan konsep yang akan dijalankan serta alternatif untuk menunjukkan kreatifitas. Karena dengan kekreatifitasan manusia akan hidup. Di jawa timur sendiri sebesar 88% penanaman modal usaha dagang berasal dari orang jawa timur asli.

Selanjutnya pemateri kedua yakni bapak Heliosa menerangkan mengenai sterategi peningkatan perekonomian daerah. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatian yakni: pertama, adanya pemetaan mengenai potensi yang ada mulai dari SDA, SDM dalam suatu wilayah. Kedua, menganalisis berbagai sektor penggerak roda ekonomi. Karena sesungguhnya banyak sekali potensi yang dapat digali namun karena pemerhatian yang kurang sehingga tidak maksimalnya suatu perdagangan yang telah berdiri. Ketiga, mengoptimalisasi segala sesuatu agar memiliki nilai jual atau pengorientasian dalam suatu obyek. Keempat, adanya kemudahan  perizinan. Kelima, terjaminnya keamanan. Keenam, menumbuhkan jiwa wirausaha masyarakat. Ketujuh, melakukan pelatihan-pelatihan serta memberikan pemahaman terkait tentang pendidikan ilmu manajemen.

Dan yang terakhir pemateri ketiga bapak Muhtar memaparkan beberapa fakta-fakta potensi dan kearifan lokal Madura. Antara lain: pertama, luas lahan produktif garam 60% atau sekitar 11.170 Ha berada di Madura dari total keseluruhan yang ada di indonesia 20.089 Ha. Kedua, Tembakau Madura terkenal memiliki kualitas mutu unggul, tembaku rajangan Madura memiliki tekstur warna kuning kehijauan dengan aroma khas. Ketiga, jembatan penghubung Surabaya dan Madura (Suramadu) merupakan salah satu infrastruktur yang banyak diminati. Keempat, Madura memiliki icon kuliner yang sangat terkenal, salah satunya adalah bebek sinjay. Kelima, memiliki banyak potensi pariwisata salah satunya adalah pantai Gili Labak yang berlokasi di kabupaten Sumenep

Dalam sambutannya ketua pelaksana menyampakan bahwasanya acara tersebut dihadiri oleh sekitar 700 peserta seminar nasional dan 23 orang peserta call for paper yang terdiri dari Universitas Brawijaya Malang, Universitas Pamekasan, serta Universitas Trunojoyo Madura.

Imam selaku ketua umum HMP EP menyampaikan acara tersebut dilaksanakan dikarenakan mahasiswa serta masyarakat kurang paham mengenai potensi dan kearifan lokal di pulau madura.

Wakil presiden mahasiswa dalam acara tersebut berharap bahwasanya mahasiswa bukan hanya ikut-ikutan dalam acara seminar tersebut, namun melalui seminar yang telah diikuti mahasiswa akan memperoleh ilmu serta dapat menjadikan madura lebih baik.

Acara ini mendapatkan apresiasi dari dekan FEB UTM, dalam sambutanya beliau mengatakan acara ini sangat tepat untuk dilaksanakan, mengingat UTM sendiri memiliki klaster 6 sektor yang menjadikannya sebagai gerbang ekonomi madura. #M.mr/lail

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*