Makna Toleransi dalam Kerukunan Beragama

Toleransi
Dalam islam istilah toleransi sejajar denan tasamuh al-islam. Berasal dari kata al-simah dan al-samahah yan berarti saling mengizinkan, saling memudahkan dan keramahan. Jika dikaitkan dengan hubungan interreligious, maka toleransi dapat diartikan sebagai pengampunan dan perdamaian islam kepada pemeluk agama lain.
Toleransi juga tercermin dalam pernyataan ibnu rusyd menyikapi pendapat lawan dialognya. Ibnu rusyd mengusung nilai nilai toleransi dalam terminology “adil”(al-adl) , ibnu rusyd berkata :
Diantara keadilan seperti kata aristoteles adalah jika seseorang mempersilahkan orang lain mengutarakan argumentasinya sebagaimana diri sendiri mempunyai kesempatan berargumen. Artinya seseorang yang bersungguh sungguh mencari kebenaran harus berusaha mencari argumentasi lawannya sebagaimana dia mencari argumentasi untuk dirinya sendiri. Seorang hendaknya dapat menerima argumentasi orang lain jika argument tersebut benar menurutnya. Bagi pencari kebenaran, apabila menemukan pendapat yang janggal dan tidak menemukan argumentasinya yang baik yang dapat menghilangkan kejanggalan tersebut, maka seygianya dia tidak terburu buru menyesatkan.
Ulama’ fiqh Al syafi’I bersemboyan: “pendapat kami benar tetapi mungkin salah, sedangkan pendapat kalian salah tetapi mungkin benar. Bahwa kebenara pemikiran manusia tidaklah absout dan seseorang tidak boleh meraa benar sendiri sembari menyesakan pendapat orang lain.
Kerukunan beragama
Perbedaan bukn untuk dipertentangkan, melainkan diserasikan untuk mencapai citacita bersama menuju kebahagiaan bersama. Bangsa Indonesia memang telah di takdirkan menjadi bangsa yang majemuk dan multiagama. Namun kita semua disatukan dalam NKRI.
Secara etimologi kata kerukunan pada mulanya adalah bahasa arab yaitu: “ruknun” berarti tiang, dasar, sila, jamak ruknun adalah “arkaan” yang artinya suatu bangunan sederhana yang terdiri dari berbagai unsur. Dalam arkaan diperoleh pengertian , bahwa kerukunan merupakan satu kesatuan yang terdiri dari berbagai unsure berlinan yang saling menguatkan.
Dengan adanaya itu kita dituntut saling berinteraksi saling menenal satu sama lain dan mampu bekerja sama dalam kehidupan sehari hari. Mengingat keberagaman ini merupakan realitas social. #Ah

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*