Lanjutan Aksi, AMPK UTM Meminta Pertanggungjawaban Rektor Atas Kekerasan Terhadap Demonstran Di Lingkungan Kampus

InkamsLpm –Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus UTM Bangkalan, Jawa Timur kembali lakukan aksi demonstrasi lanjutan, Hal ini dilakukan sebagai upaya tindak lanjut mengenai masalah pemukulan terhadap mahasiswa pada aksi menyambut kedatangan mentri social, Khofifah indar parawansa pada hari Sabtu (19/08) lalu. Aksi tersebut disambut dengan permohonan maaf oleh Rektor UTM dan Panitia PKKMB. dilakukan di depan gedung Rektort pada Senin (21/08).

Pasukan aksi menyuarakan empat tuntutan yang disampaikan terhadap rektor dan Ketua Panitia PKKMB, diantaranya segala bentuk kekerasan harus diusut tuntas, Rektor dan Ketua pelaksana PKKMB melakukan permohonan maaf terbuka, pelaku kekerasan dihadirkan dan harus bertanggung jawab secara hukum, dan menuntut adanya pernyataan tertulis dari Rektor untuk mendukung dalam pengusutan secara hukum.

Angga selaku koordinator lapangan mengatakan, “kami meminta pertanggung jawaban pimpinan atas kekerasan yang dilakukan oleh staf pimpinan terhadap mahasiswa Fakultas Pertanian, yaitu M. Imron sehingga menyebabkan tangannya patah, dan selain itu kami menuntut pertanggungjawaban pimpinan secara hukum,” ujarnya.

Pendemo menunjukkan bukti dengan mendatangkan M. Imron secara langsung, yang tangan kananya nampak dililiti perban. “ini bukti bahwa Staf Rektor dan Panitia PKKMB melakukan kekerasan terhadap massa aksi dengan alasan demo tersebut hanya akan merusak jalannya acara PKKMB, padahal niat dari aksi kami hanya untuk menuntut kejelasan Mensos terhadap masalah sosial yang ada di Madura,” tengas Korlap.

Semua tuntutan yang disampaikan oleh massa aksi disambut hangat oleh jajaran Pimpinan. Rektor, Ketua Pelaksana PKKMB, serta pelaku kekerasan bapak Reza selaku Staf Rektor melakukan permohonan maaf terbuka terhadap seluruh massa aksi. “saya selaku Pimpinan Kampus meminta maaf secara terbuka atas terjadinya kekerasan yang dilakukan oleh staf saya dan Panitia PKKMB dan saya memdukung penuh penuntasan masalah ini secara hukum,” kata Rektor UTM dan kemudian dilanjutkan oleh permohonan maaf dari ketua panitia PKKMB dan pelaku kekerasan.

Selain tuntutan pada masalah kekerasan, massa aksi juga melakukan protes terhadap kehadiran Mensos,  Ibu Khofifah yang digadang-gadang akan menjadi calon gubernur JATIM. Ditakutkan dalam hal ini ada unsur politik praktis di dalam kampus. Serta dalam aksi tersebut juga memprotes adanya biduan dangdut sexyyang diundang dalam penutupan PKKMB.

Ketua Pelaksana PKKMB menanggapi secara tegas bahwa mengundangan Ibu Khofifah tidak ada unsur politik, “saya menegaskan bahwa pengundangan Mensos Ibu Khofifah tidak ada niatan yang merujuk pada politik, kami hanya bertujuan agar Mensos memeberikan pembelajaran terhadap MABA tentang keadaan sosial yang ada di Indonesia” ungkapnya.

Setelah tuntutan dipenuhi dan ditanggapi secara hangat  oleh Rektor, Panitia PKKMB dan Staf Rektor. Akhirnya massa aksi memebubarkan aksinya secara damai. #NH

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*